Turnamen Piala Dunia 2026 akan jadi “medan sebenarnya” sepak bola global, di saat ide liga-liga eksklusif ala Super League sudah runtuh dan semua kembali ke jalur paling tradisional: negara vs negara, satu bulan penuh, semua mata tertuju ke layar. Turnamen piala dunia 2026 bukan kompetisi tertutup 12 klub, tapi festival 48 tim dari seluruh dunia, dan buat kamu yang suka main turnamen mix parlay World Cup 2026, ini adalah ajang paling masuk akal untuk ‘berinvestasi’ ketimbang mengejar mimpi-mimpi kompetisi elitis yang belum tentu jalan.
Lima tahun lalu, 12 klub top Eropa mencoba memecah diri lewat European Super League: 6 dari Premier League, 3 dari LaLiga, dan 3 dari Serie A. Proyek itu nyaris seketika runtuh setelah protes suporter, pemerintah, dan badan sepak bola; klub-klub Inggris hengkang hanya beberapa hari setelah pengumuman, diikuti Atlético, AC Milan, Inter, lalu Juventus (yang baru resmi mundur pada Juni 2024). Pada awal 2026, Barcelona akhirnya ikut keluar, menyisakan Real Madrid sendirian sebagai “pengusung bendera” Super League.
Ironisnya, secara hukum, posisi proyek itu justru sempat menguat:
- Desember 2023, Pengadilan Uni Eropa menyatakan aturan UEFA dan FIFA soal larangan kompetisi tandingan bersifat monopoli yang tak sah dalam bentuk sebelumnya.
- Mei 2024, pengadilan di Madrid menegaskan UEFA dan FIFA telah menyalahgunakan posisi dominan ketika mengancam klub-klub yang bergabung Super League.
A22, perusahaan di belakang proyek, bahkan meluncurkan ulang konsep “Unify League” dengan 96 tim, model yang diklaim lebih inklusif dan meritokratis serta disiarkan via platform streaming gratis berbasis iklan. Real Madrid di bawah Florentino Pérez masih bersikeras proyek ini “esensial bagi masa depan sepak bola” dan mengklaim dua hak: menuntut kompensasi bermiliar euro dan hak menyelenggarakan kompetisi sendiri di masa depan.
Namun kenyataannya, ketika Barcelona mundur dengan satu pernyataan pendek 28 kata, tidak ada satu pun klub lain yang berdiri secara publik di sisi Madrid. Untuk sementara, ambisi “liga super” itu mengecil ke ranah gugatan hukum, sementara panggung nyata sepak bola global beberapa bulan ke depan ya Piala Dunia 2026.
Read more